Plus Minus Menikah Muda

Plus Minus Menikah Muda

Plus Minus Menikah Muda. Benarkah Menikah Muda Itu Dilarang? Saat ini menikah muda menjadi trend. Sebenarnya jika ditilik ke belakang, nikah muda bukan hal yang baru lagi. Orang tua dulu pun melakukan hal yang demikian. Bahkan ada yang menikah di usia 11 atau 13 tahun. Dulu, menikah muda masih dianggap wajar dan menjadi kebiasaan.

Seiring perkembangan zaman, banyak yang melakukan penelitian tentang menikah muda. Hal ini pun sempat menjadi bahan diskusi, terutama untuk generasi muda Indonesia. Beberapa aspek yang dipertimbangkan lebih mengarah ke kondisi yang bersangkutan. Ini merupakan bentuk pencegahan untuk hal-hal yang tidak diinginkan jika melakukan pernikahan di usia muda.

Meski pemerintah sudah menghimbau soal dampak menikah muda yang kelak ditimbulkan, bukan berati masyarakat menerima begitu saja. Masih ada masyarakat yang menikahkan keluarganya pada usia yang masih sangat belia. Hal ini kemudian menjadi konsen kembali. Beberapa aktifis pun mulai mengkaji dan mencari metode yang tepat untuk mensosialisasikan dampak dari pernikahan dini.

Plus Minus Menikah Muda
Plus Minus Menikah Muda

Di Indonesia saja, setiap tahunnya tercatat sekitar 300.000 orang yang menikah muda, yaitu di bawah 16 tahun. Pada tahun 2008-2015, tercatat 1 dari 4 anak menikah di bawah usia 18 tahun. Tentu hal ini harus menjadi pertimbangan. Sebab melakukan pernikahan yang terlalu muda dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.

Ukuran menikah muda adalah berkisar 20 tahun ke atas. Usia tersebut dianggap sudah cukup matang. Meskipun beberapa menyebutkan bahwa usia bukanlah parameter seseorang untuk mengukur tingkat kesiapan ataupun kedewasaan. Namun, usia 20an adalah usia pertengahan yang di rasa cukup untuk bisa diberi pemahaman tentang pernikahan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang menikah muda adalah tuntutan keluarga. Oleh sebab itu sangat perlu melakukan sosialisasi terkait menikah muda baik pada si pelaku maupun kepada pihak keluarga yang mendukung hal tersebut.

Ada banyak sekali potensi buruk yang akan muncul jika memilih menikah muda. Beberapa diantaranya sebagai berikut:

  1. Putus Sekolah

Mereka yang memutuskan menikah muda atau sengaja dinikahkan oleh keluarga di usia muda tentu sangat mempengaruhi pendidikan. Jika berdasarkan riset yang ditemukan, usia 16 tahun adalah usia sekolah. Itu berarti jika seseorang melakukan pernikahan pada usia tersebut, maka akan mengganggu proses pendidikan yang akan dijalaninya. Hal ini tentu akan berdampak panjang pada kehidupannya 5 atau 10 tahun akan datang.

  1. Kesiapan Materi

Selain itu, kesiapan materi juga akan menjadi persoalan jika terlalu cepat menikah. Seseorang yang melakukan pernikahan muda dengan usia seperti diatas, kebanyakan belum memiliki kesiapan materi dengan baik. Menikah bukan hanya soal bersatu, ada tanggung jawab yang perlu ditunaikan. Tidak selamanya juga seseorang hidup bergantung dengan penghasilan orangtua. Perlu adanya kesiapan materi sebelum memutuskan untuk menikah muda.

  1. Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Kurangnya ilmu sebelum menikah muda akan mengakibatkan kekerasan  dalam rumah tangga. Usia menikah di bawah 20 tahun biasanya rentan terhadap kekerasan  rumah tangga. Usia tersebut merupakan usia labil-labilnya seseorang. Mereka yang menikah pada usia tersebut dianggap belum matang dalam berfikir dan mengelola emosi.

  1. Berbahaya Bagi Ibu Hamil

Meski telah masuk masa puberitas, namun kesiapan seseorang untuk bisa memiliki momongan sangat perlu diperhatikan. Usia 20 tahun ke bawah dianggap belum siap secara reproduksi. Organ tubuh yang berkaitan dengan kehamilan belum benar-benar siap untuk proses kehamilan dan bersalin. Beberapa kasus memperlihatkan bahwa resiko kematian cukup besar terhadap ibu dan bayi saat melahirkan.

  1. Memicu Penyakit

Beberapa data menunjukan, jika seseorang hamil di saat rahimnya belum kuat, maka akan menimbulkan beberapa penyakit. Salah satunya adalah kanker serviks. Resiko bayi cacat pun cukup besar ketika memilih menikah muda dan hamil pada saat rahim belum sepenuhnya untuk produksi.

Beberapa hal yang membuat seseorang menikah muda adalah kurangnya ekonomi, kebiasaan yang dilakukan secara turun-temurun, dijodohkan atau bahkan untuk menghindari fitnah dan perbuatan-perbuatan yang tidak diinginkan. Disini peran orangtua dan keluarga lainnya sangat perlu.

Semua pihak perlu paham terkait dampak yang ditimbulkan ketika menikah muda. Karena hal ini juga berkaitan dengan kehidupan yang bersangkutan pada jangka panjang. Sebelum melakukan pernikahan, baiknya didiskusikan secara matang dampak-dampak yang akan ditimbulkan. Baiknya lakukan banyak aktifitas yang memacu produktifitas untuk mengisi masa muda.

Menikahlah karena sudah siap, bukan karena hal lain. Karena jika tak siap baik secara usia, fisik dan mental akan memicu hal-hal yang tidak diinginkan. Menjadi istri dan ibu memang tidak ada sekolahnya. Namun, bukan berarti tidak ada ilmunya. Sebelum memutuskan menikah muda, perlu ilmu agar bisa berjalan baik dan panjang.

 

 

 

Leave a Reply