PUISI ESAI DAN KONFLIK SOSIAL MASYARAKAT

PUISI ESAI DAN KONFLIK SOSIAL MASYARAKAT

Puisi Esai dan Konflik Sosial Masyarakat! semakin terdengar suaranya sejak didengungkan pertama kali oleh Denny JA pada tahun 2017 lalu semakin meneguhkan dirinya sebagai alat yang dapat digunakan dalam mengangkat konflik sosial yang terjadi di masyarakat. Hal ini mengingat  puisi esai adalah sebuah jenis puisi yang dapat menjembatani fiksi dan fakta. Fakta di sini adalah konflik sosial masyarakat.

Menurut Denny J.A, puisi esai sendiri adalah media pengungkap suara batin penulisnya. Sebagai media, puisi esai memberikan ruang yang sama seperti media lainnya untuk mencurahkan segala hal yang dialami si penulis setelah melihat, mendengar, dan menyaksikan berbagai konflik sosial masyarakat. Sehingga tujuan utama dari puisi esai yakni merekonstruksi pesan atas isu sosial yang terjadi di masyarakat dapat tercapai dengan baik. Hal ini dimungkinkan terwujud karena keluwesan bentuknya yang menggabungkan esai dalam format penulisannya maka seluruh kisah yang ditulis berdasarkan hasil olah rasa, cipta, dan karsa penulis dapat ditulis secara utuh, tanpa harus menggunakan ragam bahasa figuratif yang sulit dipahami orang awam.

PUISI ESAI DAN KONFLIK SOSIAL MASYARAKAT
PUISI ESAI DAN KONFLIK SOSIAL MASYARAKAT

Puisi esai bukanlah esai dalam format biasa yaitu kolom, editorial, atau paper ilmiah. Ia pun bukan puisi panjang atau prosa liris. Ia adalah esai yang menggunakan bahasa puisi yang indah dan sederhana.

Oleh karena bentuknya yang spesial inilah maka puisi esai memiliki beberapa kriteria yang harus terpenuhi agar dapat dinyatakan sebagai puisi esai. Kriteria tersebut adalah (1) puisi yang ditulis mampu mengeksplor secara luas sisi batin, psikologi, dan human interest pelakunya. (2) puisi ini ditulis dalam kata-kata yang puitik, lugas, terang, dan tidak berbelit-belit agar mudah dipahami. (3) puisi ini berisi potret batin individu pelakunya dan konteks fakta sosial yang terjadi di sekitar pelaku yang secara langsung dan tidak langsung melatarbelakangi terjadinya isu sosial. (4) puisi yang ditulis tersebut tidak hanya berhasil menyentuh hati pembaca atau pemirsa tetapi juga menyajikan sekumpulan data dan fakta sosial (Denny JA, 2017: xviii-xx).

Untuk menyajikan sekumpulan data dan fakta sosial yang dapat dipertanggungjawabkan itulah maka catatan kaki diperlukan sekali untuk dicantumkan di bagian akhir puisi esai. Hal ini dimaksudkan agar pembaca dapat membaca rujukan yang diberikan di bagian catatan kaki tersebut guna memperkaya wawasan dan informasi yang dibutuhkannya demi menangkap pesan yang ingin disampaikan oleh puisi esai tersebut.

Catatan kaki inilah yang sebetulnya mengundang reaksi keras dari berbagai pihak yang menganggap hal tersebut tidak perlu. Catatan kaki sendiri adalah bagian yang sering dijumpai dalam karya ilmiah, bukan dalam puisi. Demikian argumen yang dibangun oleh mereka untuk menyerang keberadaan puisi esai ini.

Terlepas dari hiruk pikuk permasalahan platform ini, puisi esai berhasil mendudukkan dirinya sebagai corong pilihan yang dapat digunakan siapa pun yang “gerah” dengan berbagai konflik sosial yang terjadi di masyarakat. Hanya dengan menuliskan konflik sosial tersebut dalam cara yang berbeda, unik, dan tidak langsung menohok pihak mana pun seluruh protes, ketidaksetujuan, simpati, dan empati penulis dapat diungkapkan dengan bebas. Secara tidak langsung dan tanpa disadari seluruh ide yang disampaikan penulis dapat diterima atau setidaknya dipahami oleh pembaca. Segala hal yang melahirkan konflik sosial di masyarakat terjadi akibat adanya kesenjangan pemahaman antara pelaku dan korban. Ketidakpahaman mengenai suatu isu sosial itulah yang menimbulkan lahirnya konflik di masyarakat.

Sehingga segala keruwetan yang ditimbulkan sebagai dampak terjadinya konflik sosial tersebut dapat diminimalisir melalui puisi esai. Setidaknya, hal yang sama yang merugikan korban dan akhirnya menyeret ketenangan hidup pelaku mengenai hal tersebut tidak lagi terjadi di masa depan. Cukuplah hal-hal yang buruk dan pahit itu terjadi saat itu saja. Selebihnya secara bersama-sama semua pihak diajak untuk menumbuhkan kesadaran individunya agar hal tersebut tidak terjadi lagi.

Konflik sosial  yang dapat dijadikan inspirasi dalam menulis puisi esai adalah yang benar-benar terjadi di masyarakat. Berbagai isu sosial seperti perbedaan perlakuan terhadap perbedaan suku, ras, dan agama bisa dijadikan topik puisi esai. Selain itu bisa juga dampak negatif yang dialami masyarakat akibat terjadinya musibah atau bencana alam. Pendek kata, segala hal yang terjadi di sekitar masyarakat yang membawa pengaruh luas terhadap masyarakat saat konflik sosial tersebut terjadi, bahkan sesudah terjadi adalah topik utama puisi esai. 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis puisi esai adalah cantumkan sumber referensi yang digunakan sebagai basis data dan fakta yang membangun seluruh kisah yang ditulis. Tambahan pula, jangan terpaku kepada jumlah kata atau halaman saat menulisnya. Hal ini dikarenakan tidak ada panduan baku mengenai batas jumlah halaman puisi esai. 

Demikian ulasan singkat mengenai puisi esai dan konflik sosial masyarakat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply